Harga CPO (Minyak Kelapa Sawit) Dongkrak Penjualan Indofood Rp27,86 T

Harga CPO (Minyak Kelapa Sawit) Dongkrak Penjualan Indofood Rp27,86 T
Kenaikan harga minyak kelapa sawit membuat kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk terdongkrak. Pada 2007, perseroan membukukan lonjakan penjualan hingga 27 persen. Ini berdampak pada pertumbuhan laba bersih sebesar 48,26 persen.

“Pada 2007, Indofood berhasil mencapai kemajuan yang berarti. Grup Agrobisnis berhasil meraih kinerja yang sangat baik seiring dengan kenaikan harga CPO yang signifikan,” kata Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim melalui siaran pers, Ahad (30/03).

Perseroan mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih konsolidasi tumbuh dari Rp21,94 triliun pada 2006 menjadi Rp 27,86 triliun di 2007. Hal tersebut seiring dengan pertumbuhan penjualan di hampir seluruh Kelompok Usaha Strategis (Grup). Kontribusi paling tinggi disumbang oleh Grup Agrobisnis diikuti oleh Grup Bogasari. Sementara Grup Produk Konsumen Bermerek yang meliputi Divisi Mi Instan, Penyedap Makanan, Makanan Ringan serta Nutrisi dan Makanan Khusus dan Grup Distribusi mencatat pertumbuhan penjualan masing-masing sebesar 15,3 persen dan 16,9 persen.

Dengan kenaikan tersebut laba usaha juga meningkat sebesar 46,8 persen menjadi Rp 2,89 triliun dari Rp 1,975 triliun. Sedangkan laba bersih meningkat tajam sebesar 48,26 persen dari Rp 661,21 miliar atau Rp 78 per saham di 2006 menjadi Rp 980,36 miliar atau Rp115 per saham.

Ke depan, Anthoni menjelaskan, perseroan menghadapi tantangan. Terutama Grup Produk Konsumen Bermerek, meskipun Grup ini telah memperkuat kegiatan operasionalnya.” Kenaikan harga bahan baku utama dan bahan bakar minyak yang sangat tinggi, diikuti dengan daya beli masyarakat yang melemah, memberikan dampak yang kurang menguntungkan terhadap kinerja grup ini,” tandasnya. Namun, lanjutnya, pada 2007 Indofood berhasil mencapai kemajuan yang berarti. Selain memperluas usaha perkebunan melalui akuisisi Lonsum, Indofood juga telah memperkuat kegiatan operasi di bidang usaha lainnya. Dengan mengakuisisi Lonsum,

Indofood melangkah menuju pemenuhan kebutuhan sendiri atas bahan baku CPO. Kegiatan usaha perkebunan Indofood juga berkembang tidak hanya di bidang perkebunan kelapa sawit. “Sehingga lebih tepat bagi Grup Minyak Goreng dan Lemak Nabati ini merubah namanya menjadi Grup Agribisnis” Pada tahun lalu Indofood mengakuisisi Lonsum senilai Rp 8,4 triliun. Dengan demikian perseroan menambah luas perkebunanya menjadi 390.499 hektare. Yang 140.896 hektare di antaranya telah ditanami dengan kelapa sawit.

“Indofood sebagai perusahaan Total Food Solutions yang didukung oleh empat Kelompok Usaha Strategis yang saling melengkapi,memiliki kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi gejolak harga komoditas. Sehingga diharapkan dapat menghasilkan kinerja yang baik dan pertumbuhan secara berkesinambungan di masa mendatang,” tutur Anthoni. ***

---------------------------------------------------------
source: riaupos (aan/jpnn/fiz)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

1 comment :


Berita Lainnya

[Berita][twocolumns]