Jaringan Penampungan CPO Ilegal Terbongkar

Jaringan Penampungan CPO Ilegal Terbongkar
Mahalnya harga minyak di pasaran dalam negeri bukan saja disebabkan oleh tingginya harga CPO di luar negeri yang membuat banyak perusahaan eksportir mengekspor CPO secara besar-besaran. Banyak pihak menduga ada permainan menyangkut distribusi bahan olahan kelapa sawit itu.

Kamis (13/3) lalu, jajaran Kepolisian Kota Dumai mulai menemukan jaringan penampungan CPO ilegal yang beroperasi di wilayah Kota Dumai, tepatnya di Kecamatan Bukit Kapur Dumai. Selanjutnya, selama sepekan, jaringan tersebut ditelusuri, sedangkan pelakunya satu persatu diamankan.

Kapolresta Dumai AKBP Muharrom Riyadi Selasa (18/3) menjelaskan, bahwa pengungkapan jaringan penampungan CPO ilegal tersebut berawal ketika jajaran Polsek Bukit Kapur berhasil menangkap satu unit mobil pengangkut CPO ketika melakukan aktivitas bongkar CPO tanpa prosedur resmi. “Pengungkapan jaringan penampungan CPO berawal pada Kamis (13/3) pukul 22.00 WIB ketika, jajaran kepolisian Polsek Bukit Kapur melakukan penangkapan terhadap satu unit mobil pengangkut CPO dengan nomor kendaraan BM 8011 RO yang dikemudikan oleh Swn (55) saat melakukan aktivitas membuang CPO yang dibawanya ke tempat penampungan milik Jhp tanpa prosedur resmi,” katanya.

Lebih lanjut Muharrom mengatakan, setelah berhasil mengamankan Swn selaku pengemudi truk bersama keneknya berinisial NN (23) yang telah menggelapkan minyak CPO sebanyak satu gelang setengah dari truk BM 8011 RO, selanjutnya pihak kepolisian secara berturut-turut berhasil mengamankan para pekerja yang berada di tempat penampungan CPO ilegal itu. “Setelah berhasil mengamankan supir truk bersama keneknya kemudian kita secara berturut-turut mengamankan para pekerja di penampungan CPO ilegal masing-masing, penjaga pintu lokasi SL (42) dan JP (37), lalu AN (23) dan JB (21) yang bertugas mengangkat drum CPO, di mana semua diamankan di lokasi yang sama yaitu di depan jalan Sepakat Kelurahan Kayu Kapur Kecamatan Bukit Kapur milik JHP,” katanya.

Muharrom menambahkan, selain mengamankan semua tersangka yang terlibat dalam jaringan itu, jajaran kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa truk BM 8011 RO, empat potongan drum di mana satu drum berisi CPO, satu unit pompa robin, satu dan sebuah ember hitam.

‘’Saat ini semua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polresta Dumai, di mana para tersangka akan dijerat pasal 480 KUHP jo 55,56 KUHP,” pungkasnya.***

-----------------------------------------------------
source: riaupos (azf)

Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Berita][twocolumns]