Pasca AC-FTA, Ekspor CPO Indonesia Makin Deras

[IndonesianPalmOil.com] - Pemerintah Indonesia belum lama ini kembali menetapkan Bea Keluar (BK) untuk produk Crude Palm Oil (CPO) sebesar 3%. Penetapan BK 3% Crude Palm Oil (CPO) ini karena harga rata-rata CPO di Bursa CIF Rotterdam, Belanda, sejak 20 Desember 2009–20 Januari 2010 juga naik mencapai lebih dari US$750 per MT.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 223 Tahun 2008, bila harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) dunia sebulan sebelumnya melebihi US$ 750 per ton, maka pemerintah akan menetapkan BK Crude Palm Oil (CPO) sebesar 3%. Sebaliknya, jika rata-rata harga CPO sebulan sebelumnya di bawah US$ 700 per tonmaka pemerintah tidak akan mengenakan bea keluar alias tarif BK 0%. Bila rata-rata harga Crude Palm Oil (CPO) US$701–750 per MT maka BK yang dikenakan sebesar 1,5%. Dan sekarang disaat harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) di Rotterdam US$751–800 per ton, maka mau tidak mau tarif BK bulan berikutnya akan berlaku 3%.

Sebagaimana diketahui bahwa CIF Rotterdam masih menjadi rujukan dalam penentuan harga BK dan patokan harga ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia. Harga Referensi Crude Palm Oil (CPO) adalah sebesar US$ 795,84 per ton, sedang harga Patokan Ekspor Crude Palm Oil (CPO) untuk bulan Februari 2010 adalah sebesar US$ 721 per ton.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) melalui direktur eksekutifnya Fadhil Hasan menjelaskan bahwa tarif bea keluar 3% untuk minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) tidak akan menghambat pertumbuhan ekspor CPO selama Februari 2010. Ekspor CPO bakal tetap stabil, malah akhir-akhir ini permintaan terus naik dan diprediksikan pada bulan-bulan mendatang akan naik 5-7 %.

China dan India merupakan konsumen terbesar Crude Palm Oil (CPO) Indonesia. Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia makin kencang sejak berlakunya perdagangan bebas (AC-FTA) dan hal ini akan membuka peluang ekspor jadi naik hingga 50% per tahun. Gapki memprediksikan, pada tahun 2009 saja, ekspor Crude Palm Oil (CPO) bisa menembus 5 juta ton. Ini terus meningkat karena pada 2007, ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia ke China baru berjumlah 3 juta ton, dan 2008 naik menjadi 4,4 juta ton. Pada tahun 2010 ini diprediksikan akan terus meningkat.

Pada Desember 2009 lalu, harga Crude Palm Oil (CPO) sudah menembus US$781 per MT. Sejak saat itu, harga Crude Palm Oil (CPO) terus mengalami kenaikan dan sampai pertengahan Januari ini harga pernah mencapai US$807,5. Permintaan Crude Palm Oil (CPO) tahun ini juga diperkirakan konsumsi CPO dunia akan meningkat menjadi 12,2% atau 3,5 juta ton.

Kebutuhan Crude Palm Oil (CPO) China sebesar 7,9% dan India 25,1% dari total ekspor Indonesia. Dan pada tahun 2010 ini Indonesia menargetkan produksi Crude Palm Oil (CPO) sebesar 22 juta ton. Sebanyak 17 juta ton untuk ekspor dan sisanya konsumsi di dalam negeri. [mdr]

Indonesia saat ini merupakan produsen terbesar minyak mentah sawit dengan persentase 50,2% dari total produksi sawit dunia, mengalahkan Malaysia. Hal ini merupakan sumber dalam penyumbang devisa bagi negara sebesar US$13,79 miliar. Sebagai informasi, pada tahun 2008 lalu, produksi CPO Indonesia sebesar 21 juta ton. Dan Pemerintah pada tahun ini berencana akan mendorong terbentuknya industri hilir kelapa sawit.

Dalam mengembangkan industri hilir minyak sawit di waktu mendatang, Menteri Perindustrian MS Hidayat akan mengurangi volume ekspor CPO secara bertahap. Pada tahun 2015 nanti diharapkan volume diekspor CPO tinggal sekitar 50% dari total produksi. Kemudian pada 2020 dikurangi lagi menjadi 30%. Sisanya ini akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan industri hilir kelapa sawit Indonesia.***

Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Berita][twocolumns]