Petani Kelapa Sawit Tolak Panen di Jambi

Jambi - Sekitar kurang lebih 1.500 petani kelapa sawit di Kabupaten Batanghari dan Tebo, Provinsi Jambi, menolak memanen buah sawit mereka dengan alasan masih belum jelasnya sengketa yang terjadi pada PT Tunjuk Langkit Sejahtera (TLS) yang mendapat perlindungan puluhan aparat kepolisian di kawasan perkebunan tersebut.

Para petani yang tergabung dalam Forum Solidaritas Petani Korban PT TLS, dari Desa Teluk Leban, Sungai Rengas, Kabupaten Batanghari menolak melakukan panen karena berlarut-larutnya penyelesaian kasus antara petani dengan PT TLS, serta petani Teluk Rendah Kabupaten Tebo, pada pekan ini, kata Kepala Desa (Kades) Teluk Leban Sargawi, Minggu.

Tuntutan tersebut tidak hanya untuk penyelesaian masalah antara petani sawit dengan PT TLS saja, tetapi petani sawit juga mempertanyakan keberadaan sejumlah personil aparat keamanan yang berada di lokasi perkebunan. Aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi perkebunan harus segera ditarik dari perkebunan. Pihak perusahaan beralasan bahwa penempatan aparat keamanan tersebut untuk menjaga aset perusahaan, sesuai dengan permintaan perusahaan.

Salah seorang petani sawit bernama Sargawi  mengaku, "Kami petani sawit dipaksa aparat untuk memasukkan hasil panen ke pabrik PT TLS. Bukan itu saja, aparat juga melakukan patroli dan mewajibkan petani menjual buah sawit kepada perusahaan."

"Malah baru-baru ini ada enam truk hasil panen senilai Rp80 juta dibuang begitu saja oleh petani dan bahkan sejak satu minggu terakhir petani tidak melakukan panen sama sekali," tegas Sargawi lagi.

Kewajiban perusahaan tersebut merugikan petani karena petani tidak boleh menjual bebas hasil panennya, dan perusahaan tetap melakukan pemotongan 30 persen hasil panen sawit.

"Kami menerangkan bahwa bila permasalahan antara petani dengan PT TLS belum juga terselesaikan, maka 1.500 petani sawit yang ada di tiga desa tersebut akan menolak untuk melakukan panen," tegas salah seorang dari para petani.

"Rencananya kasus ini akan dibawa ke DPRD Provinsi Jambi untuk dicarikan penyelesaiannya. Kita juga sudah melaporkan kasus PT TLS tersebut ke KPK. Sedangkan untuk keberadaan aparat keamanan juga sudah kita laporkan ke Mabes Polri," tambah Sargawi.*** (source: N009/K004 - ANTARA News)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

2 comments :

  1. Petani kelapa sawit menolak panen, ternyata ada sebab yang kurang berfihak kepada petani, semoga cepat selesai dengan baik.
    Palem Comodoria

    ReplyDelete
  2. Kelapa sawit komoditas pertanian yang produktif dan menjanjikan buat masa depan petani, kenapa tidak dipanen, ternyata ada permasalahan, semoga cepat selesai dengan baik.
    Palem Comodoria

    ReplyDelete


Berita Lainnya

[Berita][twocolumns]