500 Ha Lahan Sawit Milik Petani Akan Direplanting Apkasindo

Lahan perkebunan kelapa sawit milik petani di Kabupaten Rokan Hulu akan di replanting oleh apkasindo  (Asosiasi Petani Kelapa Sawit) Kabupaten Rokan Hulu tahun 2016  ini. Lahan sawit yang akan direplanting ini adalah lahan sawit milik petani dengan luas lahan yang akan dilakukan replanting seluas 500 hektar. Biaya replanting kelapa sawit petani yang tidak produktif ini bersumber dari bantuan hibah dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Untuk per hektarnya, kegiatan peremajaan pembangunan kelapa sawit itu,  petani akan mendapatkan bantuan dana sebesar 25 juta per hektar yang akan dititipkan BPDP-KS ke Bank Riau Kepri selaku bank yang bekerjasama dengan Apkasindo dalam program ini.  Sementara kekurangan dana untuk kegiatan replanting kelapa sawit ini maka pihak Bank Riau Kepri mengucurkan dana untuk menutupi kekurangan dana itu menjadi hutang petani ke bank tersebut.

apkasindo replanting dini kebun kelapa sawit petani

BPDP-KS telah melakukan kerjasama dengan bank riaukepri untuk pendanaan replanting kelapa sawit petani yang tidak produktif lagi.

"BPDP-KS sebagai penyandang dana hibah untuk petani masing-masing sebesar 25 juta per hektar tersebut  akan melakukan peremajaan kelapa sawit,"  ungkap ketua DPD Apkasindo Rohul H. Ardman Daulay kepada Riau Pos di Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu.

Menurutnya kerjasama yang dilakukan dengan Bank Riau Kepri dalam rangka menanggulangi masalah  pembiayaan replanting petani kelapa sawit di provinsi Riau khususnya di Rokan Hulu ini, mereka akan memprioritaskan kepada petani kelapa sawit plasma dan petani kelapa sawit swadaya  untuk tahun 2016 ini.

"Replanting kelapa sawit di Rohul akan ditetapkan seluas 500 hektar. Kedepan tahun 2017 akan ditingkatkan lagi, sebab petani kelapa sawit belum memahami program yang dibuat oleh BPDP-KS dengan Apkasindo ini," tuturnya.

Ardiman juga mengatakan, perbedaan replanting kelapa sawit diini dengan replanting biasa adalah kalau replanting dini itu dilakukan pada perkebunan kelapa sawit yang belum produktif, dimana mereka sudah terlanjur menggunakan bibit kelapa sawit yang tidak bersertifikat, sedangkan replanting biasa itu dilakukan pada lahan kelapa sawit yang sudah berumur  25 tahun keatas dimana  setiap pohon kelapa sawit yang sudah berumur itu tidak lagi menghasilkan buah dan tidak produktif sehingga harus dilakukan peremajaan dan diganti dengan  pohon kelapa sawit baru.

-------------------------------
source: RiauPos

Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Berita][twocolumns]