Trek Sebabkan Produksi Sawit Petani Menurun

Ujang menatap kosong pada hamparan lahan sawit miliknya. Musim trek kali ini membuat produksi panen sedikit menurun. "Ya bang, biasanya saya bisa dapat sekitar 500 kilogram, tapi sekarang cuma dapat 300 kilogram. Yah, lumayan lah tidak terlalu jauh menurunnya," ujar Ujang sambil memikul dodos untuk dibawanya menuju pohon sawit yang buahnya  sudah layak untuk dipanen.

"Trek memang kami takuti dari dulu bang. Produksi bisa menurun dibuatnya," jawab Ujang lagi sambil mengutip tandan buah sawit yang sudah didodosnya yang jatuh ke tanah, mengangkatnya dan memasukkannya ke gerobak sorong miliknya yang sudah berkarat.


Tandan buah sawit atau TBS (Tandan Buah Segar) yang sudah didodosnya satu per satu dikumpulkannya ke pinggir jalan di depan lahan sawit miliknya. Biasanya di sore hari truk pengumpul buah sawit akan datang membelinya. Menurut Ujang, walaupun saat ini lagi trek, namun harga sawit lumayan bagus. Kalau diluar musim trek, harga sawit bisa sampai Rp. 1500 per kilogram, namun di musim trek ini pengumpul hanya membelinya dengan harga Rp. 1000 per kilogram. "Alhamdulillah, masih pantas harganya bang...sekitar 300 ribu sudah di tangan lah sore ini." ujar Ujang senang.

trek menyebabkan produksi sawit petani menurun

Walaupun tidak terlalu luas, lahan satu hektar miliknya sudah cukup bagi Ujang untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluargannya. Lahan miliknya yang berlokasi di pinggir Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan, propinsi Riau ini adalah sumber kehidupan bagi keluarganya. "Ke depan, saya akan membeli satu hektar lagi lahan disamping lahan saya ini bang. Alhamdulillah tahun depan uang yang selalu saya tabung sudah cukup untuk membelinya. Biar penghasilan bisa sedikit bertambah bang..." jawab Ujang dengan semangat penuh harapan.
Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Berita][twocolumns]