Inilah Penyebab Anjloknya Harga CPO Sekarang Ini?

Tidak dipungkiri lagi, harga komoditas primadona Indonesia satu ini yakni CPO atau Crude Palm Oil atau minya mentah sawit saat ini tengah dilanda kegalauan. Alasannya adalah sudah lima bulan terakhir ini harga CPO terus mengalami penurunan harga. Beberapa faktor negatif, baik internal maupun eksternal disinyalir menjadi penyebabnya. Apa saja itu?

Beberapa analis dari  PT Central Capital Futures (Wahyu Tri Wibowo) dan dari PT Asia Tradepoint Futures (Deddy Yusuf Siregar) memberi berbagai pendapat dan analisisnya. Berikut pandangan mereka terhadap pergerakan harga CPO yang terjadi saat ini:

1.  Dikuranginya subsidi biodisel yang dilakukan pemerintah, sehingga menjadi salah satu faktor negatif pemicu menurunnya harga CPO di dalam negeri. Dalam pekan ini saja harga CPO melemah 3,85%.

 2. Tertekannya harga CPO yang disebabkan oleh pelaku pasar yang meninggalkan aset berisiko mereka menjelang referendum Brexit atau rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada tanggal 23 Juni ini.

penyebab harga cpo turun

3. Pernyataan pemerintah Malaysia yang dalam waktu dekat ini akan menunda mandat biodiesel B10 hingga bulan Juli 2016. Program B10 Malaysia bertujuan untuk meningkatkan minimal campuran biodiesel sebesar 10% untuk sektor transportasi dalam negeri mereka. Lalu campuran biodiesel di sektor industri direncanakan 7%.
Penundaan program B10 di Malaysia ini yang diikuti dengan penguatan ringgit serta permintaan menyusut, adalah penyebab harga CPO bulan ini menjadi turun dibanding Maret lalu. Namun para analis optimis menjelang Idul Fitri nanti, tren permintaan CPO biasanya akan kembali meningkat.

4. Permintaan CPO dari luar melemah. Menurut data Intertek, ekspor CPO Malaysia per tanggal 1-20 Juni 2016 turun 8,7% menjadi 717.407 ton dibanding periode sama bulan sebelumnya.

Bila kuartal II ini  harga CPO tetap anjlok ke bawah RM 2.000 per metrik ton, maka bisa diprediksi prospek harga CPO akan kembali memudar tahun ini. Namun analis Deddy tetap optimistis, peluang kenaikan harga CPO masih terbuka di RM 2.500-RM 2.780 per metrik ton pada akhir tahun ini.

Sisi positif lainnya, harga CPO masih mengharap katalis positif dari penurunan pajak progresif sawit di Prancis. Kabarnya Perancis akan memangkas pajak sawit dari € 300 menjadi € 30 per ton. Selanjutnya naik € 90 euro per ton di tahun 2020. Perlu diketahui bahwa Prancis sendiri membutuhkan 50.000-150.000 ton CPO per tahun.

Menurut data Bloomberg, Selasa (21/6) pukul 21:30 WIB, harga CPO untuk pengiriman September 2016 di Malaysia Derivative Exchange turun 1,08% ke kisaran RM 2.374 atau US$ 588,35 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Ini merupakan level terendah sejak akhir Januari lalu.
Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Berita][twocolumns]