Petani Kelapa Sawit Mengeluhkan Ketidakakuratan Timbangan TBS di Pabrik Kelapa Sawit

Timbangan TBS kelapa sawit perusahaan dikeluhkan petani sawit. Belum lama ini Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rokan Hulu, propinsi Riau melakukan penertiban timbangan TBS di berbagai pabrik kelapa sawit di beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit di Rokan Hulu Riau. Hal ini dilakukan karena lebih dari 60% hasil perkebunan kelapa sawit milik koperasi yang melakukan pola KKPA dengan pihak perusahaan selalu mendapati timbangan yang tidak sesuai dengan hasilnya. Para petani mengeluhka tidak akuratnya timbangan TBS perusahaan tersebut sehingga merugikan petani kelapa sawit .

timbangan kelapa sawit tidak akur

Hal itu dikatakan langsung oleh Kepala Diskoperindag Rokan Hulu, Rafli Armin S.Sos. Namun menurutnya lagi bahwa tera timbangan TBS perusahaan atau PKS selama ini masih menjadi tanggung jawab Dinas Perdagangan Provinsi Riau. Oleh sebab itu sangat sulit bagi pihaknya untuk melakukan pengawasan langsung ke perusahaan sawit tersebut. Namun dia berjanji untuk di masa mendatang akan menyerahkan permasalahan tera timbangan ini ke Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Mungkin dijadwalkan mulai bulan Oktober mendatang.

Keluhan petani sawit ini diketahui setelah diadakannya rapat anggota tahunan koperasi serba usaha Rokan Jaya di kecamatan Kepenuhan belum lama ini, dimana para pengurus koperasi menyampaikan berbagai keluhannya yang salah satu diantaranya adalah kurang akuratnya timbangan perusahaan di berbagai perusahaan kelapa sawit yang ada. Akibatnya hal ini merugikan petani kelapa sawit itu sendiri ini.

Setelah dicek di lapangan, terjadi perbedaan antara timbangan TBS kelapa sawit dari koperasi dan setelah ditimbang di PKS itu sendiri. Di sini terdapat perbedaan yang mencolok sekali.

Selain itu, keluhan para petani lainnya mengenai perusahaan kelapa sawit tersebut sering diabaikan pihak PKS.

"Malah dalam beberapa kasus sudah terjadi disepakati MoU yang ditandatangani oleh kedua pihak, namun pihak perusahaan selalu melanggarnya," ungkapnya lagi.


Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Berita][twocolumns]