Ekspor CPO Sulit, Pemda Kaltim Akali Dengan Cara Jitu Seperti Ini

Secara umum, kinerja perekonomian Kaltim tahun ini diperkirakan masih tumbuh negatif. Turunnya harga komoditas utama andalan Kaltim seperti CPO di pasar ekspor menjadi penyebabnya. Di sisi lain, hal ini terbantukan oleh sektor industri pengolahan yang mulai menunjukkan tren positif.

Hal itu bisa dilihat dari hasil perhitungan indeks harga komoditas ekspor utama yang dilakukan KPw-BI Provinsi Kaltim yang diperkirakan masih terkontraksi pada tahun ini. Namun, tekanannya tak separah periode sebelumnya.

ekspor cpo kalimantan timur

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Mawardi BH Ritonga, dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR), yang dirilis beberapa waktu lalu juga mengatakan bahwa kinerja ekspor di Kaltimra tidak hanya dipengaruhi harga komoditas, namun turunnya permintaan dari negara mitra dagang utama juga turut mempengaruhi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun ini diperkirakan masih melambat dengan pertumbuhan hanya 6,5 % (yoy), dari 6,9 persen pada tahun sebelumnya. Hal ini karena sektor industri di sana masih belum bergairah.

Menurut Mawardi, walaupun ekspor CPO masih sulit, namun munculnya beberapa pabrik CPO baru di Kaltimra membuat suasana investasi di daerah itu tetap bergairah. Hal ini tentu akan menambah kapasitas produksi di daerah, sehingga akan berpengaruh positif bagi kemajuan ekonomi kaltim sendiri.
Kapasitas produksi CPO Kaltimra tahun ini diperkirakan bertambah sekitar 30 % dari kapasitas produksi sebelumnya. Tentu ini sangat menggembirakan, di tengah isu moratorium pemerintah atas pembukaan lahan sawit dan kampanye negatif terhadap CPO kita yang dikobarkan di kawasan Eropa. Namun pemerintah pusat dan daerah akan tetap terus semangat untuk tetap melakukan upaya pengembangan industri atas komoditas sawit ini.

Salah satunya cara jitu pemerintah kaltimra mengakali keadaan yang kurang kondunsif ini adalah lewat kebijakan dalam peningkatan campuran biodiesel dalam minyak solar, pengembangan pabrik olahan komoditas turunan CPO, serta pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis oleochemical.Inilah yang akan dilakukan pemerinah kaltimra untuk mengakali keadaan yang terjadi saat ini.

Berdasarkan assessment di atas, kinerja ekonomi Kaltimra tahun ini diperkirakan masih terkontraksi. Khusus Benua Etam, KPw-BI Kaltim mempetakakan pertumbuhan ekonomi ada di kisaran minus 1,3 sampai 0,9 persen.

---------------------------------
source: http://kaltim.prokal.co/


Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Berita][twocolumns]