Ini Dia Kategori Lahan Yang Menjadi Target Moratorium Sawit

San Afri Awang selaku Direktur Jenderal Planologi Kementerian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa kawasan seluas sebanyak 948.418 hektare akan menjadi objek moratorium sawit.

"Jadi saat instruksi (moratorium) dari Presiden nanti turun, seluruh pengajuan izin pelepasan lahan segera kami tunda. Saat ini terdapat sekitar 950 ribu hektare yang akan kami tunda dan hal ini bisa terus bertambah," ujar Awang di KLHK, Senin (18/72016).

kategori lahan yang masuk moratorium kelapa sawit

Sebenarnya ada beberapa kriteria jenis lahan yang menjadi objek moratorium, antara lain:

1. Pelepasan dan tukar menukar kawasan hutan untuk tujuan perkebunan kelapa sawit yang belum dibangun.

2. Lahan yang terindikasi dipindahtangankan pada pihak lain.

3. Izin sawit yang telah berjalan atau existing dengan tutupan hutan masih produktif.

4. Lahan yang terindikasi tidak sesuai dengan tujuan pelepasan dan tukar menukar.

5. Lahan perkebunan kelapa sawit yang terindikasi masuk kawasan hutan.

Selain itu Awang juga menegaskan bahwa moratorium merupakan bukti komitmen pemerintah Indonesia untuk menekan pembabatan hutan atau deforestasi secara sembarangan dan tidak bertanggungjawab. Langkah-langkah moratorium yang nanti akan diambil sudah disiapkan jauh-jauh hari dan segera dirumuskan dalam bentuk regulasi.

Moratorium Direncanakan Terbit Agustus

Keputusan moratorium sawit direncanakan akam diterbitkan pada bulan Agustus tahun ini dan saat ini pihaknya tengah membahas pelaksanaan teknis dari Instruksi Presiden (Inpres) terkait penundaan peruntukan kawasan hutan alam untuk dikonversi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.

Awang menegaskan bahwa dengan penangguhan pelepasan 950.000 hektare hutan ini setidaknya Indonesia bisa mencegah terjadinya emisi 0,26 Gigaton karbon bila seluruhnya dikonvensi menjadi kebun sawit.

Ini merupakan bukti bahwa kebijakan tersebut selaras dengan komitmen Indonesia yang bertekat untuk memangkas emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030 nanti.

“Moratorium kelapa sawit ini memang harus melihat perspektif secara lebih luas lagi. Salah satunya adalah aspek lingkungan,” papar Awang lagi bersemangat.

---------------------------------
source: http://bisniskeuangan.kompas.com/
Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Berita][twocolumns]