Perluasan Perkebunan Sawit Ditolak Kementerian LHK, Gapki pun Meradang

Permohonan pelepasan 948.418 hektar kawasan hutan ditolak mentah-mentah oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Rencananya kawasan tersebut akan dipakai untuk menambah perkebunan kelapa sawit oleh perusahaan pemohon. Namun keputusan KemeLHK itu justru untuk mengerem emisi sekaligus mengendalikan ekspansi perkebunan dengan mengedepankan produktivitas.

kementerian lingkungan hidup tolak perluasan perkebunan kelapa sawit

Mendengar keputusan tersebut, Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut, Timbas Ginting menyatakan keberatan pihaknya. Alasannya karena penolakan tidak berlandaskan undang-undang.

Dijelaskannya juga, sampai saat ini kawasan hutan yang  dimohonkan itu belum dilakukan tata batas serta pengukuhan kawasan hutan. Oleh sebab itulah dia beranggapan  bahwa sah-sah saja 948.418 hektare tersebut dijadikan perluasan area perkebunan sawit.

"Tentu kami keberatan, apa landasan hukumnya? perlu ditanya, kawasan hutan itu apa sudah ditata batas? hingga saat ini belum ada kan. Jadi bisa saja diperluas jadi areal kelapa sawit," ujarnya Selasa (19/7/2016).

Dia menyindir bahwa penolakan yang tidak berdasar tersebut, menandakan orang-orang di kementerian tersebut tidak paham dengan undang-undang. Padahal sudah jelas dalam Undang-undang No 41 tahun 1999 tentang kehutanan menyatakan bahwa kawasan hutan itu harus melalui empat tahapan, yakni ditunjuk, ditata batas, disahkan dan dikukuhkan.

"Sampai sekarang kan ngga ada ditata batas, empat tahapan dalam undang-undang tersebut pun tidak dijalankan. Jangan-jangan mereka ini pun tidak tahu itu, kelihatan mereka tidak pernah ke lapangan. Di balik meja saja itu, bisa jadi background mereka itu bukan di kehutanan," ujar Ginting lagi ketus. (raj/tribun-medan.com)

-------------------------------------------
Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Randy Hutagaol
Sumber: Tribun Medan - http://medan.tribunnews.com/
Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Berita][twocolumns]