Pajak Progresif Yang Akan Dikenakan Pada MInyak Sawit Indonesia Dibatalkan Perancis

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, bahwa berkat diplomasi yang sudah digalang pemerintah Indonesia secara intensif terkait rencana Perancis mengenakan pajak progresif untuk  produk minyak sawit (crude palm oil/CPO) akhirnya dibatalkan. Akhirnya Parlemen Prancis (Assemble Nationale) memutuskan draf RUU Biodiversity Perancis untuk pajak progresif yang akan diberlakukan pada minyak sawit, dalam .

pajak progresif minyak sawit indonesia

Keputusan yang menggembirakan ini ditandatangani pada 20 Juli 2016 setelah melalui beberapa kali pembahasan intensif dan pemungutan suara di Senat dan Parlemen di negeri tersebut. Dan keputusan ini sekaligus menandai tahapan formal final persetujuan teks draf RUU Biodiversity secara keseluruhan.

Kabar ini tentu kabar baik bagi Indonesia. Hal ini karena pemerintah RI selama ini mulai mengacu pada kebijakan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan yang dibentuk dalam peraturan ISPO atau The Indonesian Sustainable Palm Oil diimana tujuannya adalah untuk memastikan bahwa minyak kelapa sawit Indonesia diproduksi secara ramah lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap deforestasi dan perubahan iklim.

Keputusan Perancis ini akan membuat pemerintah Indonesia menindaklanjutnya dengan sosialisasi dan diseminasi. Khususnya tentang capaian positif produk sawit Indonesia yang selama ini dikelola secara berkelanjutan dan memperhatikan perlindungan lingkungan.

Kedepan, kampanye positif tentang produk sawit Indonesia akan terus digalakkan secara masif.sampai stigma negatif itu lenyap dan mengubah persepsi buruk masyarakat global terhadap minyak sawit Indonesia yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kabarnya serangkaian pertemuan telah dilakukan dengan otoritas Perancis hingga hasil ini didapat. Dan kesuksesan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak-pihak terkait, baik di dalam negeri maupun dari Kedutaan Besar RI di Paris.

Dalam kampanyenya, Pemerintah Indonesia secara tegas menyampaikan kepada Prancis agar membatalkan rencana pemberlakuan pajak progresif minyak kelapa sawit Indonesia karena kebijakan tersebut kita nilai melanggar ketentuan multilateral (WTO) dan tidak mempertimbangkan langkah-langkah positif Indonesia dalam menerapkan program sawit berkelanjutan atau sustainability palm oil yang saat ini sedang digalakkan.(Dny/Nrm)

--------------------------------
source: http://bisnis.liputan6.com/

Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Berita][twocolumns]