Menlu Janji Kepentingan Kelapa Sawit Akan Menjadi Prioritas

Retno LP Marsudi selaku Menteri Luar Negeri menjelaskan tentang prioritas diplomasi pada periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi. Termasuk juga dalam hal kelapa sawit Indonesia.

Menlu Janji Kepentingan Kelapa Sawit Akan Menjadi Prioritas

"Kepentingan kelapa sawit Indonesia adalah hal fundamental karena menyangkut hajat kurang lebih 16 juta orang, khususnya petani kecil dan keluarganya," papar Retno ketika menjabarkan prioritas diplomasi Indonesia di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Selasa (29/10/2019).

Saat ini, industri sawit memang tengah menjadi perhatian, khususnya pasca Delegated Act Red II, Uni Eropa memberikan klasifikasi minyak kelapa sawit (CPO), sebagai komoditas yang tidak berkelanjutan dan mempunyai resiko tinggi.

Sebagai konsekuensi, konsumsi CPO untuk bahan bakar nabati, akan dibatasi dengan kuota saat ini hingga tahun 2023 mendatang.

Dalam hal ini, Indonesia beserta negara produsen lainnya mempunyai anggapan bahwa Uni Eropa melakukan kampanye hitam terhadap sawit.

Bahkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengaku, akan segera menunjuk firma sebagai wakil RI mengajukan gugatan kepada Uni Eropa dan WTO. Namun masih belum ada laporan lebih lanjut terkait hal tersebut.

Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Artikel][twocolumns]