Cari Solusi Masalah Petani Sawit, POPSI Gelar Konferensi Di Kalbar

Industri kelapa sawit di Indonesia selama tiga tahun terakhir ini mengalami begitu banyak tantangan. Hal tersebut juga ikut berpengaruh pada petani sawit yang berperan sebagai salah satu aktor.

Cari Solusi Masalah Petani Sawit, POPSI Gelar Konferensi Di Kalbar

Beberapa masalah yang saat ini tengah dihadapi ialah terjadinya penurunan harga minyak sawit mentah (CPO), yang pada tahun 2019 masuk pada harga terendah.

Dari sisi lain, petani juga harus menghadapi hambatan perdagangan CPO asal Indonesia pada negara tujuan ekspor sawit. Salah satunya India yang menaikkan bea impor pada CPO Indonesia.

Dijelaskan oleh Manager Organisasi dan Keanggotaan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Sabarudin. Kondisi tersebut memunculkan masalah pada pelaku ekspor.

“Kondisi ini menyebabkan ekspor CPO Indonesia ke India menurun sekitar 12% dari total ekspor CPO 7,63 juta ton CPO, kendati saat ini dari informasi GAPKI sudah mulai ada peningkatan ekspor kembali,” tuturnya.

“Hal ini sangat berdampak pada pasar sawit Indonesia karena Eni Eropa juga sala satu negara tujuan ekpor tebesar untuk CPO Indonesia, dengan pangsa pasar sekitar 4,8 juta ton,” imbuhnya.

Dengan adanya konferensi tersebut, Sabarudin menyebut bahwa akan menjadi ajang bagi petani untuk berkumpul serta memadukan visi.

Tepatnya dalam mengembangkan serta menguatkan organisasi petani dan meningkatkan kapasitasnya.

“Selain untuk mencari solusi bagi beragam permasalahan yang dihadapi oleh petani sawit di Indonesia,” pungkasnya.
Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Artikel][twocolumns]