CPO Akan Jadi Bahan Baku Pabrik Biodiesel Pengganti Jarak Pagar

Sekitar 12 belas tahun yang lalu, Provinsi Sumsel memproduksi energi terbarukan, biodiesel. Tepatnya pada tahun 2007 yang berlokasi di Kotabaru Selatan, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

CPO Akan Jadi Bahan Baku Pabrik Biodiesel Pengganti Jarak Pagar

Berdirinya pabrik biodiesel tersebut sebagai energi rendah karbon atas program Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek-Dikti).

Akan tetapi, setelah setahun pabrik diresmikan, pabrik dengan kapasitas 6 ton/hari dengan bahan baku jarak pagar (Jatropha Curcas), mangkrak dan tidak berumur panjang.

Padahal, investasi pada pabrik industri biodiesel mencapai Rp5 miliar serta dilengkapi dengan fasilitas yang mencapai Rp8,5 miliar. Bahkan pernah ditetapkan sebagai pilot project biodiesel di Indonesia.

Rudi Aprian selaku Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, menyebut bahwa belum lima tahun berproduksi, pabrik mengalami defisit produksi.

Pasalnya bahan baku tidak lagi diperoleh dari petani, terlepas dari itu harga bahan bakar minyak bumi sempat turun sehingga masyarakat kembali menggunakan energi konvensional.

Untuk saat ini, pemerintah ada rencana untuk menghidupkan kembali pabrik tersebut. Hal ini diketahui dari hasil rapat yang diselenggarakn oleh Badan Penelitian dan Pengembangan daerah (Balitbagda) Sumsel beberapa waktu lalu.

"Pabrik biodiesel itu akan kembali dioperasionalkan dengan bahan baku diubah menjadi Crude Palm Oil (CPO) sawit," papar Rudi, Kamis (28/11/2019).
Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Artikel][twocolumns]