Harga CPO Kembali Naik, Akankah Bertahan?

Pada perdagangan hari ini, Rabu (27/11/2019), harga komoditas minyak swit mentah (crude palm oli/CPO) kembali mengalami kenaikan.

Harga CPO Kembali Naik, Akankah Bertahan?

Dalam hal ini, menguatnya harga CPO dipciu dengan adanya pelemahan ringgit terhadap dolar AS.
Seperti yang diketahui, harga CPO menyentuh hingga level RM 2.686/ton atau setidaknya terhitung naik sebesar 0,37% dibanding dengan harga penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Penguatan harga CPO tersebut, menyusul melemahnya ringgit terhadap dolar AS (greenback). Sejak awal November hingga kemarin, ringgit tercatat melemah 1,39% terhadap dolas AS.

Terdampak dari pelemahan tersebut, menjadikan harga CPO jadi lebih murah untuk pemegang mata uang dolar. Sehingga mempunyai potensi untuk menggerek permintaan terhadap CPO yang juga mendongkrak harga naik.

Akan tetapi, harga CPO juga masih berada di rentang harga tertinggi tahun ini. Harga tersebut melesat pasca muncul kekhawatiran terkait dengan penurunan output di Indonesia dan Malaysia pada tengah permintaan CPO yang tinggi.

Dalam tiga bulan kedepan, harga CPO diperkirakan masih akan naik tajam. Salah satunya dipicu oleh peningkatan konsumsi CPO India serta rencana Indonesia dan Malaysia, yang merupakan produsen terbesar akan meningkatkan kandungan biodiesel.

"Juga, kerusakan tanaman biji minyak akibat hujan lebat di seluruh negeri telah mendorong harga minyak nabati NSE turun 2,63% dalam beberapa minggu terakhir," ucap BV Mehta, direktur eksekutif Asosiasi Pelarut Extractors 'Association of India (SEA).

“Selain itu, China telah membeli sejumlah besar minyak kelapa sawit menjelang Tahun Baru Cina. Ini juga telah menguatkan harga. " imbuhnya.
Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Artikel][twocolumns]