Malaysia Berencana Kenakan Pajak Tambahan Untuk CPO

Malaysia mempunyai rencana untuk memungut pajak tambahan sebesar satu ringgit (US$0,24) per tahun, untuk minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Malaysia Berencana Kenakan Pajak Tambahan Untuk CPO

Kenaikan pajak tersebut untuk CPO yang diproduksi di negara tersebut serta akan menyalurkan pendapatan pada proyek reboisasi serta konservasi satwa liar.

Dijelaskan oleh Menteri Industri Primer malaysia, Teresa Kok, Dewan Minyak Sawit Malaysia yang dikelola pemerintah akan mengumpulkan pajak tambahan.

Pajak ini akan ditarik dari para pemain industri kelapa sawit. Dan untuk saatini, setiap satu metrik ton, Dewan Minyak Kelapa Sawit Malaysia memungut pajak sebesar RM13.

“Ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa industri kelapa sawit di Malaysia peduli dengan konservasi lingkungan dan margasatwa, dan kami serius dan bekerja ke arah ini,” ucap Teresa dalam jumpa pers.

Sedangkan dari sisi para analis, menyebut bahwa langkah ini mempunyai sedikit kemungkinan untuk melukai industri. Dampaknya terhadap profibilitas perusahaan pun tidak signifikan. Lantaran harga CPO sudah pulih dari level paling rendah.

“Tapi pajak tambahan apa pun tidak pernah menjadi kabar baik. Ini akan jadi biaya tambahan, terlepas dari tingkat harga CPO,” ungkap Analis CIMB Investment Bank Ivy Ng.

“Dampaknya akan lebih signifikan bagi petani kecil dan ketika harga CPO jatuh dekat dengan tingkat biaya pekebun." Imbuhnya.
Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Artikel][twocolumns]