GAPKI Incar Pasar Afrika Dan Eropa Timur Untuk Perluas Ekspor CPO

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan pemerintah terus mengembangkan pasar baru untuk komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

GAPKI Incar Pasar Afrika Dan Eropa Timur Untuk Perluas Ekspor CPO

Hal tersebut sebagai bentuk dari upaya meningkatkan ekspor CPO dan juga penerimaan devisa negara. Untuk tahun 2018, total devisa yang diterima negara dari sektor sawit mencapai US$21 miliar.

“Ekspor tetap menjadi andalan utama komoditas sawit. Hingga September 2019, dari total produksi CPO mencapai 36 juta ton, sebesar 26 juta ton diekspor ke manca negara,” papar Tofan Mahdi, selaku Kepala Divisi Komunikasi GAPKI seperti dikutip dari Jawapos, Selasa (03/12/2019).

Lebih lanjut, Tofan juga menyebut jika GAPKI juga mulai menggarap pasar baru untuk tujuan ekspor. Seperti halnya negara-negara di Afrika dan Eropa Timur.

Sedangkan untuk pasar terbesar CPO Indonesia saat ini ialah India dan Tiongkok, terlepas dari negara-negara lain Uni Eropa.

Selain itu, Tofan juga menjelaskan bahwa kebijakan mandatori B20 yang diterapkan oleh pemerintah, dalam memanfaatkan biodiesel juga ikut serta meningkatkan penggunaan produksi CPO dalam negeri. Bahkan mencapai hingga 6 juta ton.

“Tahun depan saat diterapkan B30, penggunaan CPO akan naik 3 juta ton menjadi 9 juta ton,” jelas Tofan.
Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Artikel][twocolumns]