Lonjakan Harga Minyak Mentah Ikut Dorong Kenaikan Harga CPO

Harga minyak mentah ditutup pada harga lebih tinggi lantaran investor masih khawatir permintaan minyak yang mulai meningkat, juga akan berpengaruh pada kondisi stok.

Lonjakan Harga Minyak Mentah Ikut Dorong Kenaikan Harga CPO

Sedangkan dari pihak Amerika Serikat dan China sudah sepakat untuk awal bulan ini, tepatnya pada naskah perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu, yakni berdasar pada prinsip kesetaraan dan saling menghormati.

Dalam hal ini, para investor memberikan sambutan positif terkait dengan kesepakatan tersebut, serta mengadopsi prospek yang lebih optimis dari segi permintaan minyak mentah.

Kondisi tersebut juga membuat para pengusaha dan petani sawit sedikit sumringah, dikarenakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) meningkat tajam pada akhir Oktober 2019.

Berdasar dari data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), pada bulan Oktober terjadi kenaikan harga CPO yag cukup tajam.

“Kenaikan harga minyak sawit sangat melegakan pengusaha dan pekebun setelah beberapa tahun menderita karena harga yang rendah,” terang Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono, Selasa (24/12/2019).

Ia pun menyebut, harga yang baik ini memberikan kesepakatan pada pengusaha dan pekebun guna memulihkan kondisi kebun dan pabrik supaya kembali berproduksi normal.

“Upaya pemulihan kebun pada awal akhir 2019/awal 2020 merupakan waktu yang tepat karena menurut BMKG curah hujan 2019/2020 akan normal. Meskipun demikian, kegiatan pemulihan ini akan memerlukan waktu,” imbuhnya.
Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Artikel][twocolumns]