Perang Dagang Berimbas Baik Pada Produksi CPO Di Kaltim

Meski dinyatakan melambat jika dibanding dengan triwulan II 2019, kinerja industri pengolahan Kaltim triwulan III masih tumbuh positif.

Perang Dagang Berimbas Baik Pada Produksi CPO Di Kaltim

Seperti yang tercatat oleh Bank Indonesia, kinerja dari industri pengolahan Kaltim, khususnya di triwulan III 2019, tumbuh setidaknya 1,63 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya sebesar 1,75 persen.

Ikut didorong dengan kinerja industri minyak sawit mentah (CPO), industri pengolahan non-migas Kaltim pada triwulan III 2019 mengalami pertumbuhan yang positif.

Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Muhammadsjah Djafar selaku Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kaltim.

Disebutkan bahwa industri pengolahan CPO masih tumbuh positif meski tidak sebesar pada triwulan sebelumnya.

Kondisi tersebut tentu juga sejalan dengan volume ekspor CPO Kaltim triwulan III 2019 yang juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 45,17 persen.

“Di tengah masih baiknya volume ekspor, tren penurunan harga CPO masih terus berlanjut seiring oversupply CPO di pasar dunia,” terangnya.

Dijelaskan pula, kinerja positif industri CPO tersebut juga didorong dengan besarnya permintaan ekspor. Serta penerapan implementasi program B20 yang terbilang sukses.

Sehingga secara tidak langsung, mempunyai dampak yang signifikan untuk kenaikan produksi CPO yang terjadi pada hampir seluruh sentra produksi.
Post A Comment
  • Facebook Comment using Facebook
  • Blogger Comment using Blogger
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Berita Lainnya

[Artikel][twocolumns]